Citra ada dua macam:
  1. Citra Kontinu (Citra Analog): Dihasilkan dari sistem optik yang menerima sinyal analog. Contoh: mata manusis, kamera analog, televisi, gambar pita kaset.
  2. Citra DIskrit (CItra Digital): Dihasilkan melalui proses digitalisasi terhadap citra kontinu. Contoh : kamera digital, scanner.

Elemen dasar citra digital:
  1. Kecerahan (Brightness): itensitas cahaya rata-rata dari suatu area yang melingkupinya.
  2. Kontras (Contrast): sebaran terang (lightness) dari gelap (darkness) didalam sebuah citra.
  3. KOntur (Contour): keadaan yang ditimbulkan oleh perubahan intensitas pada piksel-piksel tetangga, sehingga kita dapat mendeteksi tepi objek didalam citra.
  4. Warna (Color): presepsi yang dirasakan oleh sistem visual manusia terhadap panjang gelombang cahaya yang dipantulkan oleh objek.
  5. Bentuk (Shape): properti intrinsik dari objek tiga dimensi, dengan pengertian bahwa bentuk merupakan properti intrinsik utama untuk visual manusia.
  6. Tekstur (Texture): distribusi spesial dari derajat keabuan didalam sekumpulan piksel-piksel yang bertetangga.

Elemen sistem pemrosesan citra digital
Digitizer (Digital Aquisition System): sistem penangkap citra digital yang melakukan penjelajahan citra dan mengkonversikannya ke representasi numerik sebagai masukan bagi komputer digital.
Hasil dari digitizer adalah matriks yang elemen-elemennya menyatakan nilai intensitas cahaya pada suatu titik.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama